Berbagi Informasi

Tips Meningkatkan Bargaining Power Di Dunia Kerja


Bargaining power di dunia kerja merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh karyawan jika ingin mencapai jenjang karir yang bagus. Semakin besar bargaining power seorang karyawan maka sudah bisa ditebak daya saing dan daya tawar karyawan tersebut semakin hebat. Dengan demikian maka gaji karyawan tersebut umumnya meningkat dengan cepat setiap tahunnya. Walaupun mempunyai efek yang positif terhadap pencapaian karir tetapi tidak semua orang mempunyai bargaining power yang mumpuni. Oleh karena itu mari kita kita bahas bagamana cara meningkatkan bargaining power agar setiap dari kita bisa mengaplikasikannya dalam keseharian khususnya dalam dunia kerja.

Dalam bukunya yang berjudul Getting to Yes, William Ury and Roger Fischer mengatakan bahwa bargaining power yang kita miliki ditentukan oleh BATNA kita. BATNA merupakan singkatan dari Best Alternative To a Negotiated Agreement. Dalam bahasa Indonesia, BATNA bisa di artikan sebagai alternatif terbaik untuk perjanjian negosiasi. Alternatif terbaik ini maksudnya adalah pilihan atau alternatif lain yang bisa kita ambil jika dalam sebuah negosiasi tidak berjalan dengan mulus. Semakin bagus BATNA yang kita miliki maka bargaining power kita akan semakin besar.

Berikut contoh kasus BATNA; kita sedang interview di perusahaan A, HRD diperusahaan ini sudah sepakat untuk meng-hire kita. Nah pada saat negosiasi gaji tentu bargaining power kita mulai bekerja. Jika kita mempunyai cadangan interview di tempat lain artinya kita mempunyai BATNA. Atau jika sudah ada perusahaan lain yang sudah memberi penawaran kerja dengan gajian yang lebih tinggi dari pada di perusahaan A, artinya kita memiliki BATNA yang sangat baik, dimana hal ini menunjukkan bahwa kita mempunyai bargaining power yang sangat besar.


Pertanyaannya, bagaimana meningkatkan BATNA kita? Ada dua cara, yaitu(1) Keluar dan (2) Temukan alternatif yang lebih baik.

Cara pertama yaitu keluar, cara yang paling jelas, tapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Ketika sudah tidak puas dengan apa yang kita dapatkan atau kita tidak mencapai kata sepakat dalam negosiasi dengan HRD suatu perusahaan, maka langkah yang dilakukan adalah keluar dari situasi tersebut. Keluarlah dari perusahaan tempat anda bekerja jika anda sudah tidak mempunyai bargaining power di tempat itu. Keluarlah dari situ sehingga secara tidak langsung anda dipaksa oleh diri anda sendiri untuk mempunyai BATNA yang lebih baik. Tinggalkan HRD yang tidak mau memenuhi gaji yang anda minta.

Cara yang kedua yaitu menemukan alternatif yang lebih baik. Apa yang menentukan bargaining power sebenarnya bukan hanya semata-mata BATNA. Tapi ada pilihan lain yaitu EATNA (estimated alternative to a negotiated agreement). Bukan alternatif terbaik tapi alternatif yang diestimasi (diperkirakan). Ini bukan seberapa baik pilihan kita tapi seberapa baik kita berpikir tentang pilihan atau alternatif yang telah kita estimasi ini.

Ketika kita sudah fokus bekerja pada suatu perusahaan atau terlalu melekat pada perusahaan tempat kita bekerja maka biasanya pikiran kita ada terditorsi terhadap apa-apa yang bisa menjadi pilihan di luar. Pikiran kita menjadi tidak peka terhadap pilihan atau alternatif yang lebih baik yang ada diluar karena pikiran kita sudah terlalu fokus dengan apa yang di dalam perusahaan atau kantor tempat kita bekerja sekarang.

No comments:

Post a Comment