Berbagi Informasi

Apa Yang Telah Engkau Makan Wahai Saudaraku


Apa yang telah engkau makan wahai saudaraku? Hingga kau begitu sulit mengamalkan ajaran agamamu. Jangan-jangan benih kemunafikan telah bersemi di hatimu. Munafik itu adalah engkau berbicara tentang Islam tapi engkau tidak mengamalkannya dalam kehidupan. Engkau berpikir dirimu adalah seorang islam tapi engkau jauh dari Islam.

Apa yang telah engkau makan wahai saudaraku? Hingga kau begitu susah mencerna kebenaran agamamu. Kebenaran telah ditunjukkan di depan matamu tapi engkau malah memalingkan wajahmu. Engkau malah mengikuti logika hatimu. Untuk memahami agamamu engkau jangan menggunakan seluruh logikamu. Hanya iman dan keyakinan yang akan membuatmu memahami agamamu.

Apa yang telah engkau makan wahai saudaraku? Hingga kau mulai berpaling dari perintah kitab sucimu. Saudaraku, dalam kehidupan ini jika hatimu mulai susah membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haq dan mana yang bathil, maka Allah SWT dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk kembali kepada Al Qur'an dan Hadits.

Apa yang telah engkau makan wahai saudaraku? Hingga kau menjauhkan diri dari para ulama dan orang-orang saleh.

Apa yang sebenarnya engkau cari wahai saudaraku? Hingga engkau rela berseberangan dengan orang-orang saleh.

Apa yang telah engkau makan wahai saudaraku? Hingga kau begitu sulit menerima nasehat.
Apakah engkau tak malu kepada Allah yang telah memberimu banyak kenikmatan dan kemudahan hidup. Atau jangan-jangan kamu mengklaim bahwa apa yang engkau dapat saat ini adalah hasil jerih payahmu semata. Khawatirlah bila cahaya iman mulai redup dari hatimu.

Ketahuilah saudaraku, apa yang engkau makan dan segala yang engkau masukkan dalam perutmu akan mempengaruhi segala sifat dan perbuatanmu. Karena itu ingatlah kembali makanan yang engkau makan. Apakah diperoleh dengan cara yang halal atau haram. Apakah sumbernya halal atau haram. Atau jangan-jangan engkau terlalu banyak makan sesuatu yang tidak engkau tahu sumber halal haramnya.

Wahai saudaraku, bertanyalah pada hatimu apakah jalan yang engkau tempuh itu sudah sesuai dengan agamamu atau malah berseberangan dengan agamamu.

Saudaraku, dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan akhirat. Perhatikan hadits Nabi Muhammad SAW berikut yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad.

“Perumpamaan antara dunia dgn akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuknya”. (HR. Ahmad).

Dunia diibaratkan sisa air laut yang menempel ditangan setelah dicelupkan. Sedangkan akhirat diibaratkan laut yang begitu luas. Sangat jauh perbedaannya wahai saudaraku.

No comments:

Post a Comment