Berbagi Informasi

Tips Memberi Nama Anak Dalam Islam

Tips Memberi Nama Anak Dalam Islam

Anak merupakan karuniah atau anugerah yang sangat bernilai dalam kehidupan rumah tangga. Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan untuk mendapatkan keturunan. Sehingga ketika sang bayi mendekati hari-hari untuk lahir ke dunia maka para orang tua biasanya mulai menyiapkan nama untuk bayi mereka. Kekuasaan Allah SWT memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia dalam bidang teknologi kedokteran sehingga jenis kelamin bayi dalam kandungan biasanya dapat diketahui walaupun belum terlahir ke dunia dengan menggunakan USG.

Setelah jenis kelamin bayi sudah diketahui melalui USG maka para orang tua mulai menyiapkan nama, bahkan terkadang sekaligus dengan cadangannya bila nama tersebut perlu untuk dirubah. Dalam agama Islam sesungguhnya telah di atur dalam pemberian nama setiap anak. Jadi tidak bisa memberi nama anak sesuai kehendak hati dan harus diperhatikan bila bertentangan dengan kaidah-kaidah dalam Islam.


Pertanyaannya adalah bagaimana cara memberi nama anak sesuai tuntunan dalam Islam?

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberi nama anak sesuai  dengan yang dianjurkan dalam agama Islam.

1. Berikan nama yang mempunyai arti yang baik, mengandung kebaikan dan keberkahan.

2. Dilarang memberi nama dengan nuansa superior. Contoh nama yang dilarang seperti; Malikul Malik (raja diraja), Haakimul Hukkaam (hakim segala hakim). Gelar atau nama superior hanyalah milik Allah SWT. Oleh karena itu mohon diperhatikan arti dari nama yang diberikan agar tidak melanggar syariah Islam.

3. Di larang memberi nama yang menghamba pada kekuatan lain selain Allah SWT seperti api, matahari, bulan dan lain sebagainya. Contoh nama yang dilarang misalnya; Abdul Qamar (hamba bulan) atau Abdul Nar (hamba api). Ini juga sama dengan poin nomor dua agar memperhatikan arti nama yang diberikan agar tidak bertentangan dengan syariah Islam.

4. Jika ingin memberi nama anak dengan mengambil sifat atau nama Allah maka jangan menggunakan alif dan lam, misalnya Al-Aziz, Al-Hakiim, Ar-Rahiim, dan yang lainnya. Adapun nama yang diperbolehkan misalnya Aziz, Hakim, Rahman, Rahim, dan yang lainnya tanpa menggunakan alif dan lam.

5. Di anjurkan untuk tidak menggunakan nama-nama yang bernuansa barat seperti John, Francis, dan yang lainnya. Sebagai muslim sebaiknya memberi nama sesuai dengan tuntunan syariah. Nama-nama bayi atau anak di barat umumnya merujuk pada budaya dan keyakinan yang berbeda dengan islam.

6. Di perbolehkan memberi nama anak dengan menggunakan nama-nama Nabi, Rasul, Sahabat Nabi/Rasul, para perawi Hadist atau para ulama-ulama Islam dengan harapan agar anak tersebut mempunyai akhlak yang mulia seperti nama yang disandangnya.

7. Dianjurkan untuk memberi nama anak maksimal dua kata, karena yang dipanggil hanya satu. Sandingkan nama yang diberikan ini dengan nama orang tuanya.

8. Makruh memberi nama anak dengan sandaran kata Islam (din) dan karena kemuliaan agama. Contoh nama yang dimakruhkan ini misalnya; imadudin, syamsuddin, atau saiful islam.

Demikianlah hal-hal yang perlu diketahui tentang cara memberi nama anak sesuai dengan kaidah dalam Islam. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para orang tua yang sedang mencari nama untuk buah hati tercinta.

No comments:

Post a Comment