Berbagi Informasi

Ini Yang Ditakutkan Bila Harga Minyak Dunia Di Atas 60 USD

Mau tahu harga minyak dunia sekarang? Ingat baik-baik, harga minyak dunia sekarang bervariasi dan berada pada range 48 USD - 55 USD per barrel. Harga minyak sangat sensitif bagi kelangsungan hidup manusia, khususnya di Indonesia. Sejak era pemerintahan Jokowi, setiap perubahan harga minyak dunia selalu di ikuti dengan perubahan harga BBM di dalam negeri.

inilah yang ditakutkan bila harga minyak dunia 60 USD

Saat ini harga minyak dunia berada di posisi setengah harga dari sebelum Jokowi menjadi presiden, di mana saat itu pada Q1 2014 harga minyak dunia berada di angka rata-rata 100 USD per barrel dan jatuh drastis pada Q4 2014 menjadi sekitar 50-an USD per barrel.

Seharusnya kita bisa menikmati harga minyak dunia yang turun. Seharusnya harga BBM di Indonesia bisa murah. Harusnya harga-harga sewa angkutan umum seperti angkot dan yang sejenisnya menjadi turun. Tapi hal itu tidak berlaku di awal pemerintahan Jokowi.

Di masa pemerintahan Jokowi, pemerintah menyatakan membutuhkan dana yang besar untuk melakukan pembangunan. Akibatnya subsidi BBM dicabut dan dananya dialihkan ke sektor lain. Hal ini mengakibatkan harga BBM tidak langsung turun sehingga masyarakat Indonesia belum bisa menikmati turunnya harga minyak dunia.

Selain itu alasan pencabutan subsidi BBM ron tinggi (Pertamax dan yang lainnya) adalah untuk menutupi besarnya dana subsidi BBM yang telah dikeluarkan pada masa pemerintahan SBY. Pemerintah pun menaik turunkan harga BBM seiring dengan naik turunnya harga minya dunia. Jadi jangan heran bila harga sewa kendaraan umum seperti angkot atau ojek terkadang naik tanpa pemberitahuan.


Mari ingat baik-baik, kapan terakhir kali anda naik angkot dengan harga atau sewa yang tiba-tiba naik tanpa ada sosialisasi. Sewa kendaraan umum biasanya akan naik bila harga BBM naik. Yap sewa angkot, ojek dan kendaraan umum yang berbasis dari swasta umumnya menaikkan harga sewa kendaraan umum dengan sangat gila bahkan di luar kewajaran, dengan alasan harga BBM naik, padahal kenaikan harga BBM khususnya premium dan solar biasanya hanya berkisar Rp 500 - Rp 1000, tapi para sopir menaikan harga sewa kendaraan umum lebih dari itu.

Yang lebih gila lagi yaitu ketika harga BBM turun, maka sewa kendaraan umum tidak ikut turun. Tetapi ketika harga BBM naik lagi, mereka juga ikut menaikkan sewa kendaraan umum. Jadi jangan heran sekarang banyak yang lebih memlilih menggunakan kendaraan pribadi karena lebih irit. Hitung-hitungan naik kendaraan umum dari rumah hingga sampai ke kantor pada akhirnya lebih mahal dari pada naik kendaraan pribadi.

Masyarakat berpikir lebih baik naik kendaraan pribadi, toh pada akhirnya kendaraan umum tidak terlalu cepat juga, kecuali untuk motor. Untuk kendaraan roda dua ini selain faktor irit juga karena lebih cepat sampai di tujuan. Jadi jangan berharap macet akan teratasi bila belum ada kendaraan umum yang sepadan dengan harga yang harus dibayar masyarakat, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta.

Baca: Penyebab Utama Macet Di Jakarta

OK. Kita kembali ke masalah harga minyak dunia...

Jika harga minyak dunia kembali naik dan menyentuh di atas nilai 60 USD per barrel, maka siap-siaplah menghadapi kenaikan sewa kendaraan umum dan juga kenaikan harga bahan pokok serta harga-harga yang lainnya. Di satu sisi ada yang menginginkan agar harga minyak segera naik dan mencapai level setinggi mungkin, tapi di sisi lain bila harga naik maka akan berimbas terhadap kenaikan harga-harga komoditas yang lain.

No comments:

Post a Comment