Berbagi Informasi

Catatan Harta Yang Akan Ditanyakan


Kekayaan atau harta yang dimiliki oleh manusia sesungguhnya merupakan titipan Allah SWT. Ketika kita memperoleh rezeki terkadang kita lupa bahwa semuanya hanyalah titipan dari Allah SWT. Semua yang kita miliki di dunia ini pada akhirnya harus kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Oleh karena itu janganlah terlalu sombong ketika mempunyai banyak harta. Sadarilah bahwa setiap yang kita miliki akan kembali kepada-Nya.

Pada akhirnya ketika waktunya tiba nanti kita akan berpisah dengan harta tersebut. Apakah kita yang akan meninggalkan harta itu atau harta tersebut yang akan meninggalkan kita. Bentuk pertanggung jawaban manusia terhadap harta yang dimilikinya akan dimintai dalam dua bentuk. Yang pertama yaitu dari mana dia memperoleh harta tersebut dan yang kedua yaitu untuk apa dia menggunakan harta tersebut. Mari kita bahas lebih detail bentuk pertanggung jawaban terhadap harta tersebut.

Sumber Harta
Sumber kekayaan atau harta yang dimiliki oleh manusia merupakan sesuatu yang akan ditanyakan di hari akhir nanti. Apakah diperoleh dengan cara yang halal atau malah dengan cara yang haram. Setiap rupiah yang kita miliki akan diselidiki atau diperiksa sumbernya. Semakin banyak harta yang kita miliki maka akan semakin lama pemeriksaan terhadap sumber harta tersebut.

Jangan pernah membayangkan bahwa pemeriksaan harta kekayaan ini sama dengan pemeriksaan harta di dunia. Ini adalah dua hal yang sangat berbeda. Di akhirat nanti, semuanya akan diperiksa dengan jelas dan Allah Maha Mengetahui atas semuanya. Jika di dunia manusia bisa menipu dan mengelabui orang lain dalam pemeriksaan hartanya, maka hal ini tidak akan berlaku di akhirat nanti. Semua akan dibuka di sana, semuanya! Di akhirat nanti manusia tidak akan bisa menipu Allah SWT.


Penggunaan Harta
Harta yang telah diperoleh setiap manusia akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Walaupun demikian, ternyata ada manusia yang tidak pandai berterimakasih dan bersyukur kepada Allah SWT. Manusia seperti ini mengira harta yang dia peroleh merupakan hasil usahanya semata dan melupakan bahwa ada campur tangan Allah Yang Maha Pemurah atas perolehan hartanya tersebut. Manusia seperti ini adalah manusia yang tergolong sebagai orang-orang yang lupa daratan.

Manusia yang tidak pandai bersyukur ini akhirnya menggunakan hartanya untuk sesuatu yang tidak di ridhai Allah SWT. Hartanya dia gunakan untuk foya-foya dan berhura-hura seenak hatinya. Membeli sesuatu hanya untuk dipamerkan kepada orang lain. Sedekah yang dikeluarkannya hanya alakadarnya. Manusia - manusia ini lupa bahwa setiap nilai harta yang digunakannya akan diperiksa dan dihisab dihari akhir nanti.

Semoga kita terlindungi dari godaan untuk foya-foya, hura-hura dan pengamburan harta. Masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung di dunia ini. Jika keluarga kita mempunyai harta yang berlebihan, mari kita bantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung dengan memberi mereka sedekah yang layak. Ini untuk diri kita sendiri agar dihari akhir nanti ada sesuatu yang bernilai pahala dari harta yang kita miliki.

Baca : Informasi Religi

No comments:

Post a Comment