Berbagi Informasi

Kelebihan dan Kekurangan Ahok

Kelebihan dan Kekurangan Ahok
Nama Ahok dalam beberapa bulan terakhir menjadi perbincangan hangat karena ucapannya terkait surat Al Maidah ayat 51. Dalam kunjungan kerja di kepulauan Seribu, Ahok menyinggung tentang surat Al Maidah 51 dan mengaitkannya dengan pilkada DKI Jakarta. Akibat ucapannya ini, Ahok dinilai telah melewati batas dan norma dalam keanekaragaman agama di Indonesia karena membicarakan ayat suci agama lain dengan kata-kata yang kurang sopan.

Ahok sebelumnya adalah wakil gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 dan menjadi gubernur DKI Jakarta pada tahun 2014 menggantikan Jokowi. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Jokowi meninggalkan kursi DKI-1 setelah memenangkan pilpres pada tahun 2014.

Dalam kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI, sikap Ahok mengundang berbagai pro dan kontra terkait gaya dan sikap dalam menghadapi suatu masalah. Mari kita lihat beberapa kelebihan dan kekurangan Ahok selama menjalankan fungsinya sebagai orang nomor 1 dalam pemerintahan DKI Jakarta dari tahun 2014 hingga 2017.

Kelebihan Ahok
Tegas
Dalam menjalankan tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta, Ahok dikenal sebagai sosok yang tegas. Ketika mendapatkan sesuatu yang tidak berjalan dengan semestinya maka Ahok akan dengan tegas menindaklanjuti hal tersebut.

Salah satu contoh sikap tegas Ahok yaitu saat ada busway terbakar. Tindakan yang dilakukan Ahok saat mengetahui ada busway yang terbakar yaitu men-stopkan operasi atau mengandangkan seluruh jenis busway yang mempunyai merk yang sama dengan busway yang terbakar tadi. Pengandangan busway ini bertujuan agar tidak membahayakan penumpang saat busway sedang digunakan.

Keras
Selain tegas, Ahok juga mempunyai sifat yang keras dalam menghadapi sesuatu. Salah satu contoh yang paling nyata yaitu dalam pembersihan terhadap kawasan di dekat bantaran kali atau sungai. Seperti yang diketahui bahwa daerah yang berada di pinggir bantaran sungai tidak boleh ada pemukiman, tetapi kenyataannya banyak warga yang bermukim di daerah ini.

Pengalihan tempat pemukiman warga yang sudah lama di bantara kali membutuhkan usaha yang keras karena tidak sedikit terjadi bentrok antara petugas dengan warga setempat. Usaha keras yang dilakukan Ahok cukup membuahkan hasil atas relokasi warga dari bantaran sungai ini walaupun ada hal-hal yang kurang mengenakan yang menimpa warga dalam proses relokasi ini.

Kekurangan Ahok
Selalu Berbicara Kasar
Selain memiliki kelebihan, Ahok mempunyai beberapa kelemahan terkait dirinya sebagai seorang pemimpin khususnya sebagai gubernur DKI Jakarta. Salah satu kelemahan yang dimiliki Ahok yaitu kebiasannya mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan dan cenderung kasar. Bahkan dalam wawancara TV secara live beberapa kali terlihat tanpa segan mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak keluar dari seorang pemimpin.

Kebiasaan mengucapkan kalimat kasar ini bisa berakibat negatif pada masyarakat khususnya para pemuda di Indonesia. Mereka akan berpikir bahwa tidak apa-apa berkata kasar yang penting cerdas atau pintar. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai adab dan norma yang terjaga dalam bermasyarakat. Hal ini dikhawatirkan akan merusak pola hidup generasi muda Indonesia.

Gampang Marah
Selain berkata kasar, salah satu kelemahan Ahok yaitu gampang marah atau mudah emosi. Jika menemukan hal yang tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya, maka Ahok biasanya akan langsung meledak-ledak dengan emosi yang tersulut. Hal ini cukup membahayakan dalam pengambilan keputusan. Seperti yang diketahui bahwa keputusan yang diambil dalam keadaan emosi umumnya kurang bagus dan dianggap sebagai keputusan yang mengandung resiko.

No comments:

Post a Comment