Berbagi Informasi

Hati-Hati Fitnah & Berita Negatif Pasca Pilkada DKI Jakarta

Hati-Hati Fitnah & Berita Negatif Pasca Pilkada DKI Jakarta
Dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta, pasangan Anies-Sandi dipastikan memenangi pilkada DKI Jakarta putaran 2 berdasarkan hasil quick count dari beberapa lembaga survei. Pada pilkada DKI Jakarta putaran yang ke dua ini pasangan nomor 3 Anies-Sandi berhasil mengungguli pasangan nomor 2 Basuki-Djarot dengan selisih suara yang cukup jauh versi quick count.

Walaupun hasil resmi dari KPU belum keluar, hasil perhitungan quick count dinilai lebih dari cukup untuk memastikan kemenangan pasangan Anies-Sandi. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan quick count yang cukup jauh antara jumlah suara  Anies-Sandi dengan Basuki-Djarot, yaitu rata-rata 57% suara Anies-Sandi dan 43% suara Basuki-Djarot.

Para pengamat politik pun mengemukakan pendapat bahwa secara statistik hasil resmi KPU tidak terlalu jauh berbeda hasil perhitungan quick count. Walaupun ada beberapa suara sumbang yang mengatakan bahwa jangan terlalu percaya dengan hasil quick count, tetapi data statistik selalu menunjukkan bahwa hasil perhitungan quick count mendekati hasil perhitungan real count.

Kemenangan Anies-Sandi dalam pilkada DKI Jakarta langsung disambut meriah oleh tim sukses dan para pendukungnya. Euforia kemenangan ini pun dirayakan dengan berbagai macam cara. Ada yang bernyanyi sambil meneriakkan yel-yel kemenangan dan adapula yang berkeliling di jalan. Cara merayakan kemenangan ini harus mendapat perhatian dari tim sukses dan pendukung Anies-Sandi.

Di beberapa media mulai bermunculan berita negatif yang menunjukkan perayaan kemenangan oleh timses Anies-Sandi dengan cara yang kurang etis. Dari isi berita tersebut terlihat bahwa informasi yang disajikan masih sangat mentah alias kebenarannya diragukan, karena tidak ada gambar dan video yang cukup meyakinkan. Timses Anies-Sandi masih harus bekerja hingga proses pelantikan nanti, jika tidak ingin ada lagi berita negatif bohong yang menimpa paslon dan timses Anies-Sandi.

Disarankan kepada siapapun agar hati-hati terhadap isu-isu miring yang berkeliaran. Banyak sekali situs-situs yang menyebarkan berita provokatif, yang tujuannya untuk mengadu domba antara pendukung Basuki-Djarot dan pendukung Anies-Sandi. Para provokator ini memanfaatkan momen kekalahan Basuki-Djarot dengan mengeluarkan informasi bohong yang mengatakan bahwa ada ketidakjujuran dalam Pilkada. Padahal secara jelas di tiap TPS telah disiapkan polisi, tentara dan para saksi-saksi dari kedua paslon untuk mengamankan jalannya pencoblosan.

Semoga tidak ada lagi yang termakan oleh berita-berita negatif yang ditujukkan kepada kedua paslon, baik Basuki-Djarot maupun Anies-Sandi. Mari kita pintar dan cerdas memilih berita, mana yang positif dan mana yang negatif. Sebagai manusia yang berakal seharusnya kita mampu membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang bersifat provokatif atau berita fitnah.

No comments:

Post a Comment