Berbagi Informasi

Senyum dan Bersabarlah Kawan


Kita memasuki dunia yang semakin tidak bisa diukur dengan nalar. Kita memasuki situasi yang di luar jangkauan nalar manusia. Kita mulai merasakan bahwa logika manusia sudah mulai terbatas untuk membenarkan sesuatu atau menyalahkan sesuatu. Saat ini sesuatu yang benar bisa terlihat salah dan sesuatu yang salah bisa terlihat benar. Yang lebih mencengangkan adalah sesuatu yang benar bisa menjadi tak ternilai dan sesuatu yang salah bisa menjadi bernilai.

Seseorang yang tadinya kita pikir bisa sejalan dan sependapat untuk satu hal ternyata berbeda pandangan dengan kita. Seseorang yang terlihat pintar dan cerdas ternyata mengeluarkan pikiran yang tidak kita duga-duga. Itulah situasi yang sedang melanda kita saat ini. Bisa dikatakan situasi saat ini ibarat api dalam sekam. Seseorang yang berbeda pendapat dengan kita itu ada di sekitar kita setiap hari. Seseorang yang berbeda prinsip dengan kita itu ada di lingkungan kita setiap hari.

Tapi kawan, janganlah melihat perbedaan pendapat itu sebagai sesuatu yang meresahkan dirimu. Janganlah melihat perbedaan prinsip itu sebagai sesuatu yang membuat dirimu membenci orang lain. Bahkan jika orang lain membencimu karena berbeda pendapat denganmu, maka yang harus kamu lakukan adalah cukup senyum dan bersabar. Mudah, murah, sederhana dan berpahala.


Di time line media sosial setiap hari kita disajikan dengan informasi yang terkadang mengiris hati. Ingin rasanya kita mencaci, mencela atau melakukan sesuatu terhadap yang kita tidak senangi tersebut. Tapi kita bukanlah binatang. Kita bukanlah hewan yang bisa melakukan sesuatu tanpa aturan. Kita adalah manusia yang dibekali dengan akal dan hati nurani.

Kita terkadang ingin memaki sesuatu yang diluar batas kewajaran. Ingin rasanya kita mengakhiri keburukan yang tersaji didepan kita. Tapi sekali lagi, kita bukanlah hewan atau binatang. Kita adalah manusia yang mempunyai otak, pikiran, dan kasih sayang. Membalas hinaan dengan hinaan tak akan menyelesaikan masalah. Membalas cacian dengan cacian justru akan menimbulkan masalah baru dalam kehidupan bermasyarakat.

Membalas api kemarahan dengan kemarahan akan menimbulkan kobaran api kemarahan yang semakin besar. Kita tidak akan bisa memadamkan api yang sedang menyala dengan menggunakan api. Kita hanya bisa memadamkan api dengan menggunakan air. Hindari berkata-kata kotor. Hindari menggunakan kata cacian. Hindari perdebatan bila ilmu kamu belum kuat.


Jangan membalas perkataan kotor dengan perkataan kotor. Jangan membalas cacian dengan cacian. Jangan membalas fitnah dengan fitnah. Jangan membalas hinaan dengan hinaan. Bila ada perkataan kotor, cacian, fitnah dan hinaan datang kepadamu, maka segeralah berwudhu dan laksanakan shalat. Mintalah kepada Allah SWT. Mengadulah kepada Allah SWT.

Bila ingin menempuh jalur hukum manusia, maka tempuhlah jalur hukum itu bila memungkinkan. Bersabarlah menjalani hari-hari yang penuh cacian dan fitnah ini. Perbanyaklah mengingat-Nya. Sekali lagi perbanyaklah sabar dan selalu mengingat Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu menjaga kita dari bahaya fitnah akhir zaman, aamiin.

Baca : Informasi Religi

No comments:

Post a Comment