Berbagi Informasi

Lilin Penerang Hati Agar Tidak Ada Lagi Penistaan Agama

Dalam beberapa hari terakhir banyak sekali aksi simpati yang menyalakan lilin di pinggir jalan atau bahkan lokasi umum. Ada yang mengatakan bahwa aksi bakar lilin ini sebagai bentuk simpati atas kacau balaunya kondisi sosial di Indonesia saat ini. Ada juga yang mengatakan bahwa aksi bakar lilin ini sebagai bentuk rasa simpati atas di vonisnya Ahok dengan penjara 2 tahun sebagai bentuk hukuman karena telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Boleh-boleh saja melakukan aksi simpati tetapi perlu diingat bahwa lilin yang dibakar tersebut akan meninggalkan bekas dan bisa menimbulkan kotoran yang bisa membuat orang lain celaka apalagi bila bekas lilinnya ada di aspal dalam jumlah yang banyak. Sudah ada beberapa berita yang menyebutkan bahwa bekas lilin ini menyebabkan beberapa kendaraan roda dua yang melintasi jalan tersebut terpeleset dan jatuh.

Fakta menarik yaitu orang-orang yang membersihkan bekas lilin-lilin yang dibakar tersebut justru FPI dan masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi bakar lilin tersebut. Boleh saja melakukan aksi bakar lilin tetapi perlu diingat bahwa kalau aksi bakar lilin tersebut ditujukan untuk Ahok, maka anda pun perlu memilah, apakah bakar lilin untuk Ahok sebagai Gubernur Jakarta atau bakar lilin untuk Ahok sebagai penista agama Islam.

Jika anda melakukan bakar lilin yang ditujukan untuk Ahok sebagai gubernur Jakarta maka nilai aksi simpatinya di mana? Terdengar aneh dan lucu anda membakar lilin hanya karena Ahok diberhentikan sebagai Gubernur Jakarta. Faktanya Ahok diberhentikan karena divonis penjara dua tahun akibat melakukan penistaan terhadap Al Qur'an, kitab suci agama Islam.

Kemudian apakah anda melakukan aksi bakar lilin untuk Ahok sebagai bentuk simpati karena Ahok di penjara? Yang ini lebih menggelikan lagi. Sudah jelas-jelas Ahok telah menyinggung dan melakukan penistaan terhadap Al Qur'an dan anda malah bersimpati hal ini.

Kenapa anda tidak bersimpati terhadap umat Islam yang kitab sucinya telah disinggung Ahok dengan menggunakan kata "bohong"?
Kenapa anda tidak bersimpati terhadap umat Islam yang kitab sucinya telah ditertawakan oleh Ahok?
Kenapa tidak bersimpati kepada Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak di kenal?
Kenapa tidak bersimpati kepada Dahlan Iskan yang telah dipenjara tapi jasanya membangun negeri seakan-akan diabaikan?

Lilin penerang hati
Lilin. Foto: Webandi, Pixabay

Tapi baiklah. Anggap saja lilin yang anda bakar sebagai penerang hati agar tidak ada lagi penistaan agama di Indonesia. Agar hati yang gelap menjadi terang sehingga masing-masing orang bisa menjaga lidahnya sehingga tidak ada lagi kitab-kitab suci agama yang disinggung dan dihina.

No comments:

Post a Comment