Berbagi Informasi

Mengapa Adzan Jum'at Dua Kali?


Dalam pelaksanaan shalat jum'at, umumnya muadzin di masjid atau tempat shalat jum'at akan mengumandangkan adzan sebanyak dua kali, yaitu adzan pertama sebelum imam naik mimbar dan adzan kedua setelah imam naik mimbar. Jenis atau durasi kedua adzan ini pun terdengar berbeda. Pada adzan yang pertama durasi atau jenisnya sama seperti adzan shalat seperti biasa, tetapi pada adzan yang kedua durasinya lebih pendek dari adzan yang pertama.

Walaupun banyak yang mengumandangkan adzan dua kali ternyata kita juga menjumpai ada masjid atau tempat shalat jum'at yang mengumandangkan hanya sekali adzan. Pertanyaannya, mana yang benar apakah adzan satu kali atau dua kali. Mari kita ulik jawaban atas pertanyaan ini agar kita sama-sama memahami dan mengetahui asal usul dan sebab musabab adzan sekali dan dua kali.

Pada masa Rasulullah SAW, adzan shalat jum'at hanya dikumandangkan sekali saja. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, pada masa kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash-Siddiq dan khalifah Umar bin Khathab adzan shalat jum'at tetap satu kali. Setelah memasuki kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan adzan jum'at baru dikumandangkan sebanyak dua kali.

Pada masa khalifah Utsman bin Affan, umat muslim semakin banyak dan rumah-rumah mereka semakin jauh dari masjid. Ahirnya khalifah Utsman bin Affan beritjihad agar adzan dikumandangkan dua kali agar umat muslim tidak terlambat ke masjid, apalagi yang sibuk dengan kegiatan di pasar dan kegiatan perniagaan lainnya. Pada saat itu adzan jum'at pertama dikumandangkan di luar masjid dan dilakukan di tempat keramaian untuk memberi tanda kepada para kaum muslim bahwa waktu shalat jum'at sudah dekat. Sedangkan adzan jum'at kedua dikumandangkan setelah khatib naik mimbar.
Seiring dengan perkembangan zaman dan meluasnya wilayah perkembangan islam, lama kelamaan adzan pertama jum'at dikumandangkan semakin dekat dengan masjid dan akhirnya dikumandangkan di dalam masjid sampai sekarang. Demikianlah asal muasal adzan jum'at dua kali.


Mungkin anda bertanya; sekarang sudah ada pengeras suara dan ada jam yang menunjukkan waktu shalat kenapa masih pake adzan dua kali. Adzan jum'at dua kali diputuskan pada masa khalifah Utsman bin Affan, yang mana Utsman merupakan salah satu khalifah pada masa Khulafa'ur Rasyidin. Ada satu hal yang harus kita ketahui bahwa Rasulullah SAW sebelum meninggal bersabda: "Kamu wajib mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk dan menunjukkan jalan yang benar, berpeganglah dengan sunnahnya dan gigitlah dengan gigi gerahammu".

Pada masa kini ada beberapa perbedaan pendapat tentang adzan jum'at dua kali. Walaupun demikian perbedaan ini tidak perlu disingkapi dengan menjauhkan kita dari ilmu fiqih. Justru dengan adanya perbedaan ini membuat kita mengerti bahwa islam itu bukan agama yang kaku. Setiap perbedaan membuat kita menjadi paham akan fiqih agama, selama tidak keluar dari Al Qur'an, Hadits dan Itjihad.

No comments:

Post a Comment