Berbagi Informasi

Sisi Positif Kasus Ahok Untuk Uji Level Keimanan Seorang Muslim

Dalam beberapa bulan terakhir kasus Ahok tentang penistaan Agama Islam telah menjadi berita di berbagai macam media. Walaupun demikian, sebagai seorang muslim tahukah anda bahwa apa yang telah diucapkan oleh Ahok sebenarnya merupakan ujian untuk mengetahui seberapa jauh tingkat keimanan anda sebagai seorang muslim.

Kasus Ahok adalah Ujian Iman
Foto: Kansmith, Pixabay

Sebelum berbicara lebih jauh tentang ujian keimanan terkait kasus Ahok ini, mari kita lihat kembali apa saja yang telah diucapkan Ahok yang dianggap telah menyindir agama Islam.

1. Di Bohongi Pake Al Maidah 51
"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Karena dibohongin pake surat Al Maidah 51 macam-macam gitu lho. Itu hak bapak ibu ya."

Kalimat di atas merupakan ucapan Ahok saat memberikan pidato dalam kunjungan ke Pulau Seribu. Ungkapan kata "bohong" yang digunakan Ahok terhadap surat Al Maidah 51 sejatinya telah masuk ke dalam perilaku yang kurang baik. Mengingat Ahok adalah seorang Gubernur Jakarta dan masyarakat kepulauan seribu yang ada ditempat tersebut adalah dalam situasi menerima kunjungan dan mendengarkan pidato Gubernur.

Ungkapan kata "bohong" di atas juga kurang lebih sama dengan mengatakan kepada orang bahwa anda telah dibohongi pake Al Maidah 51. Ini artinya Ahok sama seperti mengatakan bahwa kaum muslim telah dibohongi oleh Al Maidah 51. Dalam hal ini Ahok telah masuk ke wilayah agama orang lain. Sebagai seorang Gubernur sangat tidak layak Ahok menyinggung surat Al Qur'an di muka umum dengan menggunakan kata "bohong" terhadap salah satu surat Al Qur'an.

Jika anda belum terlalu familiar dengan surat Al Maidah, mari kita lihat contoh surat lain, misalnya surat Al Fatihah, surat Al Qur'an yang anda baca setiap kali anda shalat. Coba bayangkan ada seorang teman anda atau bos anda di kantor mengatakan kepada anda seperti ini: "di bohongi pake Al Fatihah 2". Sebagai seorang penganut agama Islam, normalnya atau seharusnya anda merasa tersinggung dengan ucapan ini.

Jika anda tidak tersinggung dengan ucapan "dibohongin pake surat Al Maidah 51" maka demi Allah Yang Maha Kuasa, sebaiknya anda segera mencari hati dan jiwa anda. Jika kitab suci agama anda disentil, anda masih tidak tersinggung maka di mana ghirah anda? Anda terlalu menempatkan dunia di hati anda, anda menumpukkan dunia di hati anda sehingga ketika kitab suci anda disinggung hati anda hanya melempeng. Nauzubillah min zalik.

Inilah ujian keimanan yang paling nyata yang mungkin pernah anda hadapi. Garis kebenaranan dan garis yang salah berada pada jalur yang begitu dekat dan berhimpit. Saking berhimpitnya garis benar dan salah, semua orang sulit membedakan mana garis yang benar dan mana garis yang salah. Jika anda menggunakan logika benar dan salah, kemungkinan besar anda akan condong kepada hawa nafsu syaitan karena memang disaat-saat seperti inilah syaitan masuk untuk membelokkan kita. Jika anda menggunakan petunjuk hidup anda yaitu Al Qur'an dan hadits maka insyaAllah anda akan selamat.

Ingatlah bahwa anda belum disebut sebagai orang yang beriman sampai anda benar-benar diuji dengan ujian yang nyata. Al Qur'an dengan tegas menyatakan tentang ujian keimanan ini:

"Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?" (Al Qur'an, Surat Al-Ankabut (29), Ayat 2)

"Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya, Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al Qur'an, Surat Al-Ankabut (29), Ayat 3).

Jadi selalulah waspada dengan ujian, apalagi ujian akhir zaman. Semakin jauh dari zaman kenabian maka ujian yang melemahkan iman seorang kaum muslimin akan semakin besar. Dan ini akan terus berlangsung hingga Dajjal muncul nanti.

2. Wifi Al Maidah 51, Passwordnya Kafir
Dalam suatu rapat Ahok juga pernah mengatakan akan dibuat wifi: Al Maidah 51 dan password: kafir. Ahok bahkan mengatakannya sambil tertawa bersama para staf bawahannya termasuk Jarot. Lagi-lagi blunder yang dilakukan oleh Ahok dalam menyinggung kitab suci umat Islam. Sulit untuk dimengerti apa yang diinginkan Ahok dengan mengeluarkan sindiran-sindiran yang memakai surat Al Qur'an.

Dalam sejarah pejabat Indonesia, baru Ahok seorang yang berani menyindir Al Qur'an seperti ini. Apalagi Ahok melakukannya secara terbuka dalam suatu rapat dan dibuatkan videonya sehingga gampang diketahui oleh masyarakat umum.

Saat ini ada banyak pejabat non muslim di Indonesia tapi mereka tidak pernah menyinggung Al Qur'an. Bahkan sebelumnya ada beberapa pejabat yang beretnis tionghoa tetapi mereka tidak pernah menyinggung Al Qur'an. Ala bisa karena biasa. Kebiasaan Ahok mengeluarkan kata atau kalimat yang tidak terkontrol pada akhirnya akan tergelincir. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap orang yang mengolok-olok Al Qur'an?

"Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam al-Qur`an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di da-lam jahanam.” (An-Nisa`: 140).

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apa-kah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At-Taubah: 65 – 66).

Dari dua surat Al Qur'an di atas jelas dikatakan bahwa apabila ada orang yang mengolok-olok ayat-ayat Allah, maka janganlah kita duduk bersama mereka. Kata "duduk" disini bisa bermakna banyak salah satunya berada bersama mereka. Jadi sungguh aneh rasanya bila ada seorang muslim yang masih mendukung Ahok sebagai penista agama sedangkan secara nyata Ahok telah jelas menyinggung Al Qur'an, bahkan sambil tertawa-tawa.

No comments:

Post a Comment