Berbagi Informasi

Tanya Jawab Tentang CBM (Coalbed Methane)

Pada halaman ini kita akan membahas tentang salah sumber daya energi yang sangat potensial di Indonesia tetapi belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, yaitu CBM (Coalbed Methane). Perkembangan CBM di luar negeri sangat pesat khususnya di Amerika dan Australia. Pemanfaatan CBM di Amerika bahkan sebagian telah menggantikan minyak bumi yang selama ini menjadi sumber energi yang utama. Mari kita lanjutkan pembahasan kita tentang informasi-informasi dasar CBM yang akan kita tuangkan dalam bentuk tanya jawab.

Foto: bycifotografem, Pixabay

Apakah CBM itu?

CBM atau Coalbed Methane merupakan gas yang terdapat pada lapisan batubara di mana gas metana sebagai komponen utamanya. Dalam bahasa Indonesia CBM disebut juga sebagai gas metana batubara atau GMB.

Mengapa ada gas di dalam batubara?

Batubara dapat menghasilkan gas karena batubara mengandung material organik penghasil gas. Material organik merupakan jasad renik dan tumbuhan yang telah mengalami pengendapan selama ratusan atau jutaan tahun di bawah permukaan bumi. Material organik ini kemudian mengalami tekanan dalam temperatur tertentu sehingga material organik akan mengalami kematangan dan bisa menghasilkan minyak atau gas.

Mengapa CBM disebut sebagai sumber energi  non konvensional (uncoventional energy)?

Eenergi non konvensional merupakan kategori atau sebutan untuk sumber energi dengan jumlah sumber daya yang berlimpah tetapi mempunyai tantangan yang besar atau sulit untuk dieksploitasi. Sama seperti CBM yang mempunyai jumlah yang banyak tetapi membutuhkan tantangan untuk mengambil atau mengeksploitasinya.

Bagaimana cara memproduksi CBM?

CBM diproduksi dengan cara mengebor sumur pada bawah permukaan bumi yang mempunyai lapisan batubara. Kemudian batubara tersebut diperforasi agar gas CBM bisa mengalir melalui pipa pada sumur tersebut sesuai dengan mekanisme keluarnya gas CBM, yaitu air terlebih dahulu lalu gas keluar atau yang disebut dengan istilah dewatering. Perforasi sumur CBM adalah mekanisme pembuatan lubang dinding sumur pada kedalaman tertentu tepat pada lapisan batubara.

Mengapa CBM di Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara maksimal?

Pemanfaatan gas CBM di Indonesia belum maksimal karena proses eksploitasi gas CBM belum menunjukkan hasil menguntungkan dari sisi komersial CBM itu sendiri. Selain itu teknologi untuk eksploitasi CBM di Indonesia belum benar-benar sesuai dengan kondisi batubara yang ada di Indonesia.

No comments:

Post a Comment