Berbagi Informasi

3 Faktor Penyebab Ada 5 Kandidat Juara Dunia MotoGP 2017

Saat ini (Juli 2017) merupakan musim jeda motogp 2017. Ada waktu libur sekitar 4 minggu untuk para pembalap motogp mengisi tenaga dan melepaskan kepenatan setelah kurang lebih balapan sejak akhir maret 2017. Dari hasil pertengahan musim ini terlihat ada lima pembalap yang berada di klasemen atas dengan poin yang sangat rapat.

Lima pembalap yang ada di papan atas secara berurut sesuai susunan klasemen yaitu (1) Marc Marquez 129 poin, (2) Maverick Vinales 124 poin, (3) Andrea Dovizioso 123 poin, (4) Valentino Rossi 119 poin, dan (5) Dani Pedrosa 103 poin. Jadi secara keseluruhan perbedaan poin antara posisi satu dan lima yaitu 26 poin. Suatu nilai atau poin yang sangat dekat sekali untuk sebuah kejuaraan motogp.


Sejauh ini hal yang menyebabkan perbedaan poin yang rapat di atas karena hasil balapan sulit diprediksi. Biasanya dari sirkuit balapan sudah bisa ditebak kira-kira siapa yang bakal naik podium atau juara seri. Tapi pada musim 2017 ini setiap balapan menghadirkan kejutan yang luar biasa. Kelima pembalap di atas telah bergantian memenangi dalam seri balapan motogp 2017, tetapi mereka juga sudah pernah jatuh dalam balapan.

3 Faktor Penyebab Ada 5 Kandidat Juara Dunia MotoGP 2017
 Saat start balapan motogp Austin, Foto: motogp.com

Ada tiga faktor yang mempengaruhi kenapa hasil setiap balapan dalam motogp 2017 menjadi sulit di tebak, yaitu pemilihan ban, settingan motor, dan sirkuit balapan. Mari kita ulas satu persatu kenapa ketiga faktor ini menjadi sangat krusial dalam mendapatkan hasil yang maksimal buat pembalap motogp.

1. Pemilihan Ban

Pemilihan ban merupakan salah satu hal yang sangat krusial dalam balapan motogp 2017 ini. Beberapa hasil buruk yang diperoleh pembalap justru karena kesalahan dalam memilih ban. Dengan hanya satu produsen ban tunggal maka setiap pembalap harus bisa beradaptasi dengan ban yang ada. Jatuhnya Vinales saat balapan di Austin bisa menjadi salah satu contoh dari betapa besar pengaruhnya ban terhadap hasil balapan.

2. Settingan Motor

Selain pemilihan ban, faktor lain yang cukup berpengaruh adalah settingan motor. Utak atik settingan motor bisa membuat pembalap mendapat feeling yang bagus terhadap motor tapi jika salah dalam membuat setingan motor maka siap-siap pembalap akan mendapat hasil yang buruk. Masih ingat bagaimana dua pembalap Honda jatuh di Argentina? Jatuhnya Marquez dan Pedrosa di Argentina bahkan disaat tikungan tidak berbahaya.

3. Sirkuit

Hal terakhir yang cukup mempengaruhi yaitu sirkuit. Setiap pembalap mempunyai tipikal sirkuit yang merupakan andalannya. Ada pembalap yang jago disirkuit tertentu tapi bisa kesulitan di sirkuit yang lain. Untuk hal yang ini selain faktor kesenangan dan gaya pembalap juga dipengaruhi oleh settingan motor. Hasil buruk yang diperoleh Valentino Rossi di motogp Jerman merupakan salah satu contoh sirkuit yang kurang pas dan settingan motor yang tidak sesuai.

No comments:

Post a Comment