Berbagi Informasi

Hasil Tengah Musim MotoGP Yang Tidak Memuaskan Untuk Iannone dan Suzuki

Pencapaian Andrea Iannone di ajang lomba MotoGP sejauh ini dinilai kurang memuaskan. Setelah selesai seri MotoGP Jerman yang merupakan balapan terakhir dalam pertengahan musim ini, pembalap pabrikan Suzuki ini hanya mampu berada di peringkat 16 klasemen sementara dengan nilai 28 poin. Sedangkan Alex Rins, rekan setim Iannone hanya mampu berada di peringkat 22 dengan nilai 7 poin.

Peringkat Iannone yang ada di posisi 16 ini jauh berbeda dibandingkan dengan apa yang diperoleh Maverick Vinales saat membela Suzuki musim lalu. Beberapa kali mengalami jatuh saat lomba membuat Iannone jauh berada di bawah klasemen di bandingkan pembalap pabrikan lainnya selain Alex Rins, rekan setim Iannone di Suzuki.

Alex Rins mengatakan bahwa buruknya pencapaian Iannone diakibatkan adanya perbedaan karakter antara motor Ducati dan Suzuki. Seperti yang diketahui bahwa musim lalu Iannone merupakan pembalap Ducati. Performa Iannone bersama bisa dibilang cukup memuaskan dengan raihan podium 1 di seri MotoGP Austria. Sedangkan pada musim ini karakter motor Suzuki yang berbeda dengan Ducati membuat Iannone kesulitan.

Pembalap LCR Honda, Cal Cruthlow justru mempunyai tanggapan lain terkait pencapaian Iannone musimm ini. Cruthlow mengatakan bahwa Iannone telah menyia-nyiakan bakatnya sendiri. Kata  Cruthlow: " Saya tahu dia bisa membalap. Ketika di Ducati, Saya melihat datanya dan dia merupakan pembalap terbaik mereka; dia melakukan hal yang fantastik"

Andrea Iannone Suzuki
Andrea Iannone, Foto: suzuki-racing.com


Iannoe mempunyai masalah tetapi Suzuki mempunyai masalah yang lebih besar lagi. Suzuki memiliki pembalap rookie yang terluka dan seorang pembalap bertalenta yang kehilangan arah. Suzuki harus segera bekerja lebih keras agar Iannone bisa menyalurkan talentanya menjadi hasil yang positif di Suzuki.

Di lansir dari laman motorsportmagazine.com, Suzuki disarankan untuk membantu Iannone dengan memberikan pemimpin kru balap yang baru untuk Iannone. Marco Rigamonti yang merupakan pemimpin kru untuk Iannone saat ini adalah pemimpin kru untuk Iannone saat masih membela Ducati. Perpindahan dari Ducati ke Suzuki membuat banyak yang meragukan kemampuan Rigamonti untuk mengembangkan Suzuki.

Marco Rigamonti mungkin merupakan seorang pemimpin terbaik dunia. Tetapi ketika pembalap tidak tahu tentang motor, dan pemimpin kru-nya tidak tahu tentang motor dan hasilnya buruk, maka ini adalah perubahan paling gampang untuk dilakukan. Demikian di lansir dari laman motorsportmagazine.com.

Perubahan pemimpin kru Suzuki untuk Iannone mungkin layak dicoba. Pemimpin kru yang mengerti tentang Suzuki mungkin bisa membantu Iannone memahami motor Suzuki. Beberapa kali jatuh dalam balapan akan membuat talenta Iannone menjadi sia-sisa. Pada kenyataannya pembalap berbakat seperti Maverick Vinales pun harus angkat kaki dari Suzuki agar bisa menyalurkan bakatnya dengan baik.

No comments:

Post a Comment