Berbagi Informasi

Aspal dan Pertambangan Di Pulau Buton

Aspal Buton merupakan salah satu aspal alam yang ada di dunia dan merupakan satu-satunya aspal alam yang ada di Indonesia. Aspal yang ada di Pulau Buton telah di tambang sejak tahun 1920. Aspal Buton pernah mengalami masa kejayaan tapi sayangnya kini kejayaan itu tinggal kenangan masa lalu karena saat ini banyak produksi aspal yang dibuat dari minyak hasil pengeboran. Kebijakan pemerintah turut berpengaruh terhadap perkembangan aspal Buton.

Baca : Aspal Buton Kapan Bangkit Lagi?

Sumber Foto: PT BAI

Aspal merupakan minyak mentah yang berbentuk semi cair padat, kental, lengket dan umumnya berwarna hitam. Aspal alam terbentuk pada lapangan migas yang mana reservoar minyak terangkat dan terekspos ke permukaan. Selain reservoar yang terangkat, aspal alam juga bisa terbentuk karena batuan penutup yang menahan minyak mengalami kerusakan karena adanya gerakan tektonik yang sangat kuat.

Keberadaan aspal di Pulau Buton menunjukkan bahwa di daerah ini terdapat reservoar minyak tetapi batuan penutup dari perangkap minyak tersebut tererosi atau rusak akibat dari proses tektonik. Akumulasi minyak ini kemudian tereskpos, mengalami biodegradasi hingga akhirnya menjadi aspal. Biodegradasi atau degradasi biotik pada minyak merupakan perombakan atau pemecahan senyawa kimia pada minyak yang terekspos sehingga mengalami perubahan menjadi aspal.

Baca: Jurusan Teknik Pertambangan



Beberapa perusahaan tambang silih berganti melakukan penambangan di area tambang aspal Buton. Saat ini ada beberapa perusahaan yang masih aktif dan mempunyai area usaha tambang aspal di Buton. Salah satunya yaitu PT Buton Asphalt Indonesia (BAI). Di kutip dari situs resmi PT BAI, mereka mempunyai area tambang dengan luas sekitar 20.000 ha di Pulau Buton.

PT BAI melakukan pengolahan aspal Buton hingga menjadi aspal yang siap di pakai di jalan raya. Beberapa jenis aspal siap dipakai hasil pengolahan dari PT BAI. Selain itu perusahaan lain yang juga melakukan pengolahan aspal Buton yaitu PT Buton Aspal Nasional atau PT Butonas. Sama seperti PT BAI, PT Butonas juga melakukan pengolahan aspal siap pakai.

Baca juga: Pembukaan Jurusan Teknik Pertambangan Unidayan



Selain dua perusahaan di atas masih ada beberapa perusahaan lain yang juga aktif berkecimpung di bisnis Aspal Buton. Dengan adanya perusahaan-perusahaan yang masih aktif dalam industri tambang dan pengolahan aspal Buton ini diharapkan bisa memberikan efek positif terhadap pembangunan daerah setempat. Timbal balik dengan adanya perusahaan tambang ini bisa dalam bentuk penambahan pendapatan daerah ataupun berupa CSR (Corporate Social Responsibility).

Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah atu kewajiban perusahaan untuk membantu daerah tempat di mana mereka melakukan aktifitas bisnis seperti pertambangan. Kegiatan CSR ini berguna untuk mendorong dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

No comments:

Post a Comment