Berbagi Informasi

Mengenal CBM (Coalbed Methane)

CBM atau Coalbed Methane merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting di dunia. CBM dikategorikan sebagai sumber energi migas non konvensional karena mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sumber energi migas seperti pada umumnya. Selain CBM, sumber energi yang termasuk dalam kategori migas non konvensional antara lain yaitu shale gas, gas hidrat, dan yang lainnya.

Sesuai judul di atas yaitu mengenal CBM, maka pada tulisan kita hanya akan fokus tentang CBM. Sebelumnya sudah ada tulisan juga tentang tanya jawab CBM, artikelnya bisa dibaca di sini. Walaupun demikian pada artikel tentang tanya jawab CBM hanya menjawab secara sekilas tentang CBM. Oleh karena itu maka lahirlah tulisan ini agar pembaca bisa lebih memahami tentang CBM.


Secara nama CBM atau Coalbed Methane merupakan gas methane yang terdapat pada lapisan batubara. Walaupun demikian, sebenarnya gas yang terdapat pada lapisan batubara bukan hanya methane. Ada juga gas-gas lain yang ada di lapisan batubara seperti etana, nitrogen, sulfur dan yang lainnya. Penamaan CBM untuk gas pada lapisan batubara karena komposisi gas yang paling banyak yaitu methane.

Gas yang ada di dalam batubara terbentuk bersamaan dengan proses pembentukan batubara itu sendiri. Jadi secara tidak langsung untuk memahami CBM maka mau tidak mau harus memahami juga tentang batubara. Pada tulisan ini hanya akan disinggung sedikit tentang batubara karena fokus utama pada artikel ini tentang mengenal CBM.

Batubara terbentuk dari endapan tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang mati yang terjadi dalam jangka waktu yang lama sesuai dengan jangka waktu geologi (ratusan hingga milyaran tahun). Pada awalnya tumbuh-tumbuhan akan hancur dan mengalami pembusukan. Tumbuh-tumbuhan yang hancur tadi kemudian akhirnya akan membentuk endapan tumbuhan.


Dalam jangka waktu yang lama endapan tumbuh-tumbuhan yang tertimbun tadi akan tertutupi oleh tanah atau batuan yang ada di atasnya akibat faktor sedimentasi. Dalam ilmu geologi, tidak ada istilah tanah, yang ada hanya batu. Tanah atau pasir akan dikategorikan sebagai batu pasir atau batuan lainnya. Penggunaan kata tanah agar memudahkan pembaca dalam memahami artikel ini.

Lama-kelamaan endapan tumbuh-tumbuhan akan tertimbun semakin dalam sehingga akan mengalami tekanan. Seiring dengan waktu, tekanan yang dialami oleh endapan tumbuh-tumbuhan tadi akan semakin besar dan posisinya juga semakin dalam sehingga temperatur endapan tumbuh-tumbuhan tadi akan semakin meningkat.

Tekanan dan temperatur yang semakin besar akan mengakibatkan tumbuh-tumbuhan tadi akan berubah bentuk menjadi batubara. Proses perubahan dari endapan tumbuh-tumbuhan menjadi batubara disebut pembatubaraan (coalfication). Proses terjadinya batubara ini selanjutnya juga diikuti dengan pembentukan gas pada lapisan batubara tersebut. Gas inilah yang kemudian disebut dengan coalbed methane atau CBM.

No comments:

Post a Comment