Berbagi Informasi

Tentang Genosida Rohingya Myanmar

Pembantaian warga Rohingya di Myanmar yang dilakukan oleh militer Myanmar kembali menjadi perbincangan dalam beberapa hari terakhir. Melihat foto-foto dan video yang beredar di dunia maya membuat hati teriris. Sebegitu kejamnya tentara Myanmar sampai tega membunuh orang tua dan anak kecil yang tak berdosa.

Yang membuat hati kembali kelu adalah saat melihat foto-foto mereka saat berusaha melarikan diri dengan melalui sungai, irigasi sawah dan aliran air lainnya. Para pengungsi ini berusahan lari dengan keluarganya masing-masing tidak melewati hutan atau darat. Mereka memilih untuk melewati jalan yang berair agar tidak mudah di deteksi jejaknya oleh para tentara Myanmar.

Persoalan Rohingya bukanlah persoalan satu atau dua hari. Masalah yang menimpa Rohingya telah terjadi dari puluhan tahun yang lalu. Masyarakat Rohingya merupakan salah satu etnis yang ada di Myanmar yang mana sebagian besar merupakan penduduk muslim.

Sungguh sangat disayangkan peristiwa ini terjadi tanpa ada langkah-langkah yang kongkrit dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai badan yang mewadahi segala hal yang menyangkut keselamatan manusia yang terjadi dalam sebuah negeri atau bangsa.

Informasi terbaru menyebutkan ternyata penghapusan etnis Rohingya sudah lama dilakukan oleh pemerintah Myanmar sejak dulu. Mereka menyembunyikan informasi tentang etnis ini dari peredaran informasi, baik media cetak maupun elektronik dalam negeri di Myanmar.

Berbagai macam konflik dalam negeri di Myanmar selalu dikaitkan dengan agama Islam, yang mana merupakan minoritas di Myanmar. Hal yang paling mengejutkan ternyata daerah yang ditempati oleh etnis Rohingya merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam.

Faktor sumber daya alam inilah yang disebut-sebut merupakan salah salah satu pemicu pemerintah Myanmar dengan kekuatan militernya untuk memaksa masyarakat Rohingya angkat kaki dari daerah mereka agar daerah tersebut bisa dikuasai oleh pemerintah Myanmar.

Semoga etnis muslim Rohingya selalu mendapat kesabaran dan bisa kembali hidup damai di mana pun mereka berada. Kembali ke Myanmar bukanlah langkah yang tepat karena akan membuat hidup mereka semakin tidak tenang.

Pembantaian dan pembunuhan terhadap etnis Rohingya sudah cukup menjadi pelajaran bahwa tidak ada toleransi yang bisa diharapkan dari Myanmar, sebuah negara dengan minoritas Muslim dan Mayoritas non muslim.

Aksi #StopGenocideRohingya di Jakarta. Foto: Twitter/PKSejahtera


Bersyukurlah kita di Indonesia dengan berbagai macam agama tapi masih saling rukun. Berbagai macam aksi dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memprotes genosida Rohingya di Myanmar. Bahkan banyak umat Budha di Indonesia yang juga menyuarakan keprihatinan mereka terhadap genosida di Myanmar.

Massa yang ikut dalam aksi #StopGeocideRohingya di Jakarta. Foto: Twitter/PKSejahtera

No comments:

Post a Comment