Sharing The Information

Karakteristik Reservoar CBM

Reservoar CBM adalah tempat terakumulasinya gas metana pada lapisan batubara. Pemahaman karakter reservoar CBM sangat penting dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi CBM.

Berbicara tentang karakter reservoar CBM maka tidak akan lepas dari batubara dan gas dalam batubara. Mari kita lihat satu persatu apa saja karakter reservoar CBM.

1. Geometri Batubara

Geometri batubara yaitu bentuk batubara berupa tebal lapisan dan cakupan lamparan batubara. Batubara umumnya mempunyai lamparan dengan bentuk yang memanjang. Setiap wilayah mempunyai tebal dan lamparan yang berbeda-beda tergantung lingkungan pengendapan batubara, stratigrafi, dan struktur geologi.

Tebal dan besar lamparan batubara merupakan informasi yang harus diketahui untuk memahami bagaimana potensi CBM dalam suatu lapangan CBM. Semakin tebal dan panjang lamparan suatu batubara maka semakin bagus reservoar CBM tersebut.

2. Gas Dalam Batubara

Jika kita melihat batubara maka mungkin tidak akan terpikirkan bahwa disitu ada gasnya. Walaupun demikian hal yang harus kita pahami adalah secara alami batubara akan menghasilkan gas saat proses terbentuknya batubara. Gas yang terbentuk ini kemudian akan mengalir keluar dari batubara dan ada yang tetap berada di dalam batubara. Gas yang ada di dalam lapisan batubara ini yang disebut dengan CBM (gas CBM).

Gas CBM akan tersimpan dan terperangkap di dalam cleat dan matriks batubara. Gas ini tidak bisa keluar karena tertahan dan tertekan oleh air yang ada di dalam batubara. Selain itu permeabilitas batubara yang kecil membuat gas di dalam batubara hanya berdiam di dalam lapisan batubara tersebut.

3. Dewatering

Dewatering merupakan salah satu sifat produksi CBM. Dewatering adalah keluarnya air dari lapisan batubara saat terjadinya proses produksi gas di dalam sumur CBM. Dewatering akan terjadi pada setiap sumur CBM.
Skematik produksi CBM. Gambar: RPS Energy

Air yang ada di dalam lapisan batubara harus keluar terlebih dahulu agar gas yang ada di dalam batubara bisa keluar dan terproduksi. Jangka waktu dewatering umumnya berkisar dari satu hingga dua tahun agar gas dalam sumur CBM bisa mengalir dengan normal.

4. Komplesi Sumur CBM

Komplesi yaitu kegiatan menyiapkan sumur untuk produksi. Proses komplesi sumur CBM berbeda dengan sumur-sumur minyak dan gas lainnya. Hal ini disebabkan target lapisan batuan yang berbeda dan penggunaan alat yang berbeda pula.

Selain itu dibutuhkan peralatan lain di dalam sumur CBM untuk mengeluarkan air dari lapisan batubara (dewatering). Pemahaman tentang hal-hal seperti ini akan membuat perencanaan komplesi sumur CBM bisa dibuat lebih matang.

No comments:

Post a Comment