Sharing The Information

Kenapa Telinga Lebih Banyak Dari Mulut


Di zaman sekarang ini jika kita berbicara dengan seseorang maka kita akan melihat sepertinya orang tersebut ingin berbicara terus-menerus tanpa memberikan kesempatan bicara kepada orang lain. Dia terus berbicara dan menceritakan sesuatu yang mungkin orang lain tidak ingin mendengarnya.

Orang-orang seperti ini seakan-akan lupa bahwa mulut hanya satu dan telinga ada dua. Artinya harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Semakin anda berbicara terus-menerus tentang anda dan sesuatu yang berkaitan dengan anda maka pembicaraan itu sebenarnya telah selesai. Orang tersebut sebenarnya tidak tertarik dengan apa yang anda ceritakan.

Tidak ada orang di dunia ini yang ingin mendengar anda berbicara terus-menerus tentang diri anda sendiri. Jika anda menyadarinya maka anda akan tahu bahwa orang lain juga membutuhkan ruang untuk menceritakan apa yang ada di dalam pikirannya.

Sesekali lempar pertanyaan kepada orang lain. Bagaimana kondisi dirinya, keluarganya, kegiatannya dan lain sebagainya. Jangan kuasai pembicaraan dengan menceritakan tentang anda sendiri. Anda boleh melakukan ini jika orang lain bertanya kepada anda.

Apakah ada orang-orang seperti ini? Jawabannya ada. Tanpa ada sesuatu atau alasan yang jelas tiba-tiba orang ini datang kepada anda dan menceritakan tentang dirinya, keluarganya, rumahnya, kendaraannya, hewan peliharaannya, halaman rumahnya, dan lain sebagainya.

What a crazy! Jika semenit dua menit mungkin tak masalah tapi jika sampai mengganggu waktu anda maka orang-orang seperti ini harus di ospek atau harus diberi kursus tata krama. Makin maju zaman makin susah mendapatkan orang dengan tata krama dan toleransi yang cukup.

Jadi mulai sekarang bagi anda yang sempat membaca artikel ini pahamilah bahwa kehidupan ini tentang berbagi sesuatu. Ingat telinga anda ada dua dan mulut anda hanya satu. Biasakan bertukar pikiran, jangan menggurui, jangan mengkhotbai, jangan menjadikan pembicaraan satu arah. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk mengeluarkan uneg-uneg atau pikirannya.

No comments:

Post a Comment