Sharing The Information

Mengenal Yahudi, Nasrani, dan Islam


Berbicara tentang Yahudi, Nasrani, dan Islam maka artinya kita akan berbicara tentang sejarah Nabi-Nabi pada masa lalu hingga Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Walaupun demikian kita hanya membahasa Nabi yang berkaitan langsung dengan Yahudi dan Nasrani.

Yahudi adalah sebutan untuk kaum Nabi Musa. Kitab suci orang-orang Yahudi yaitu Taurat yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Musa. Pada masa Nabi Musa, ajaran yang berlaku untuk orang-orang Yahudi adalah ajaran dari Nabi Musa dengan kitab Suci Taurat.

Setelah dalam jangka waktu yang cukup lama muncul Nabi selanjutnya yaitu Nabi Isa dengan kitab suci Injil. Kaum Nabi Isa disebut Nasrani. Seharusnya orang-orang Yahudi yang berada pada zaman Nabi Isa harus beriman dan mengikuti ajaran Nabi Isa seperti halnya orang-orang Nasrani. Tetapi mereka menolak dan mengingkarinya, hal inilah yang menyebabkan orang Yahudi disebut kafir oleh orang Nasrani (kaumnya Nabi Isa).

Kemudian muncullah Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad dengan kitab suci Al Qur’an. Setelah Nabi Muhammad lahir maka agama yang harus diikuti yaitu agama Islam yang merupakan penyempurna dari agama-agama sebelumnya. Kemudian kitab Allah SWT yang harus dipelajari adalah Al Qur’an, yang merupakan kitab terakhir.

Yahudi dan Nasrani disebut kafir karena menolak ajaran dari Nabi Muhammad SAW. Mereka menutup diri dari ajaran Nabi terakhir. Padahal di dalam kitab-kitab sebelumnya (Taurat dan Injil) telah disebutkan bahwa akan datang seorang Nabi dan Rasul terakhir yaitu Muhammad. Tapi mereka mengingkarinya.

Jauh sebelum Nabi Muhammad lahir, para Pendeta Yahudi dan Nasrani sebenarnya telah mengetahui akan kedatangan Nabi terakhir tapi setelah Nabi Muhammad lahir sebagian dari mereka tidak mau beriman.

Pada masa sekarang ini sulit menjumpai kitab Injil yang asli. Hal ini disebabkan oleh adanya revisi yang dilakukan oleh para pendeta Nasrani. Mereka menghapus sebagian isi kitab Injil dan menggantinya sesuai dengan kemauan dan kesepakatan mereka.

Di dalam kitab Taurat dan Injil telah disebutkan risalah tentang kedatangan Nabi terakhir. Seandainya kaum Nasrani (kristen) membaca kitab Injil yang asli niscaya mereka akan mengikuti ajaran Nabi Muhammad yaitu beriman kepada Allah SWT dan masuk ke dalam agama Islam.

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad, orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagian telah datang dan tinggal di Madinah. Mereka mengetahui dari Taurat dan Injil bahwa Nabi terakhir nanti akan ada di Madinah. Mereka berharap bahwa Nabi tersebut akan berasal dari keturunan mereka.

Ternyata Nabi Muhammad lahir di Makkah dan kemudian hijrah ke Madinah. Pada saat Nabi Muhammad lahir sebagian dari Pendeta Yahudi dan Nasrani ada yang beriman dan sebagian lagi mengingkarinya (kafir).

Nabi Muhammad lahir dari kaum Arab Quraysi yang merupakan anak cucu Nabi Ismail. Hal ini yang menyebabkan Yahudi dan Nasrani hanya sedikit yang mengikuti seruan Nabi Muhammad. Mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa Nabi terakhir lahir bukan dari garis keturunan mereka.

Seperti yang kita ketahui bahwa Yahudi dan Nasrani merupakan keturunan dari Nabi Yakub (Israil) yaitu anak cucu dari Nabi Ishaaq. Nabi Ismail dan Nabi Ishaaq merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim tetapi beda ibu. Nabi Ismail adalah anak Nabi Ibrahim dari istrinya Hajar dan Nabi Ishaaq adalah anak Nabi Ibrahim dari istrinya Sarah.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagian besar tidak mau mengikuti seruan Nabi Muhammad karena faktor keturunan. Mereka menganggap keturunan mereka yang sebagian besar merupakan nabi mereka anggap lebih mulia dari pada Nabi Muhammad yang berasal dari Nabi Ismail.

Karena pengingkaran inilah kaum Yahudi dan Nasrani di dalam Al Qur’an disebut sebagai orang kafir. Hal yang sama juga berlaku untuk kaum Quraysi di Arab. Mereka memilih bertahan dengan beribadah melalui patung berhala dari pada beriman langsung kepada Allah SWT. Mereka bahkan menawarkan kepada Nabi Muhammad untuk menyembah berhala dan gantian mereka akan menyembah Allah. Hal inilah yang menyebabkan turunnya Surat Al Kafirun sehingga orang-orang Quraysi penyembah berhala ini disebut sebagai orang-orang kafir.

No comments:

Post a Comment