Sharing The Information

OPEC dan Rusia Setuju Mengurangi Produksi Minyak Hingga Akhir 2018


Pertemuan antara OPEC dan Rusia yang dilakukan di Vienna, Swiss 30 November 2017 akhirnya menghasilkan keputusan yang sangat berarti bagi industri migas dunia.

Berdasarkan info yang tertera dalam reuters, OPEC dan Rusia memutuskan untuk mengurangi produksi minyak hingga akhir tahun 2018.

Rusia sebelumnya sudah memberikan sebuah gambaran tentang bagaimana keluar dari pengurangan (produksi) sehingga pasar tidak berbalik menjadi defisit lebih cepat, harga tidak rally (pulih) terlalu cepat dan menyaingi Amerika Serikat. Walaupun demikian akhirnya Rusia melakukan pengurangan produksi secara signifikan bersama OPEC untuk pertama kalinya pada tahun ini.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa aliansi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC sudah sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak sampai dengan akhir 2018, sebagaimana yang diantisipasi oleh pasar.

Falih mengatakan bahwa terlalu dini untuk membicarakan tentang keluar dari pemangkasan produksi, setidaknya untuk beberapa kuartal karena dunia memasuki musim dingin dengan permintaan yang rendah. Dia menambahkan bahwa OPEC akan melakukan evaluasi perkembangan pasar pada pertemuan reguler berikutnya di bulan Juni 2018.

"Ketika kita akan keluar (dari pengurangan produksi), kita akan melakukannya secara bertahap untuk memastikan kita tidak mengejutkan pasar," katanya.

OPEC dan Rusia bersama memproduksi lebih dari 40 persen minyak dunia. Kerja sama nyata pertama Moskow dengan OPEC, bersama dengan bantuan Presiden Moskow Vladimir Putin, sangat penting dalam mengurangi separuh cadangan minyak dunia sejak Januari.

Dengan harga minyak naik di atas $ 60, Rusia menyatakan kekhawatiran bahwa perpanjangan (pengurangan produksi minyak) untuk keseluruhan tahun 2018 dapat mendorong lonjakan produksi minyak mentah di Amerika Serikat yang tidak berpartisipasi dalam kesepakatan tersebut (pengurangan produksi minyak).

Komunike OPEC dan non-OPEC mengatakan bahwa pertemuan berikutnya pada bulan Juni 2018 akan memberi kesempatan untuk menyesuaikan kesepakatan berdasarkan kondisi pasar.

Para menteri perminyakan Irak, Iran dan Angola juga mengatakan sebelum pertemuan pada hari Kamis kemarin bahwa peninjauan atas kesepakatan tersebut dimungkinkan pada bulan Juni jika pasar menjadi terlalu ketat.

Patokan internasional Brent crude LCOc1 naik sekitar 0,5 persen pada hari Kamis untuk diperdagangkan di atas $ 63 per barel.

Semoga kesepakatan antara OPEC dan Rusia ini bisa menjadi titik awal pulihnya harga minyak dunia sambil berharap Amerika tidak melakukan produksi secara besar-besaran lagi.

No comments:

Post a Comment