Sharing The Information

Semoga Shale Oil Amerika Tidak Banjir Di Tahun 2018

Kesepakatan antara negara-negara penghasil minyak (OPEC) dan Rusia untuk memangkas laju produksi minyak pada tahun 2018 memberikan sedikit aura positif untuk industri migas internasional.

Baca: Opec dan Rusia Setuju Mengurangi Produksi Minyak Hingga Akhir 2018

Kesepakatan OPEC dan Rusia untuk mengurangi produksi minyak bisa berdampak pada harga minyak dunia. Seperti yang kita ketahui bahwa jatuhnya harga minyak dunia pada akhir tahun 2014 disebabkan supply minyak dunia yang berlebihan.

Amerika Serikat dengan shale oil yang mereka produksi secara besar-besaran membuat kebijakan import minyak Amerika Serikat berubah menjadi ekspor minyak. Amerika berubah haluan yang tadinya sebagai importir minyak menjadi eksportir minyak.

Di sisi lain, OPEC masih tetap mempertahankan laju produksi minyak untuk mengimbangi produksi shale Amerika Serikat. Demikian halnya juga dengan Rusia tetap melakukan produksi minyak yang besar. Hal ini membuat produksi minyak dunia melimpah ruah.

Melimpahnya produksi minyak pada tahun 2015 dan 2016 membuat banyak perusahaan kelabakan. Harga minyak yang tadinya berkisar di angka 100 USD/barrel berubah turun menjadi 80, 40, dan bahkan pernah mencapai hanya sekitar 30 USD/barrel.

Dengan harga minyak 30-40 USD/barrel jelas bukan harga yang ekonomis untuk perusahaan minyak yang telah terbiasa dengan harga 100-an USD/barrel. Terlalu banyak uang hilang bila harga minyak hanya 30-40 USD/barrel.

Anjloknya harga minyak membuat banyak perusahaan berlomba-lomba melakukan efisiensi terhadap arus finansial, rencana kerja, struktur organisasi dan karyawan. Hal ini membuat pengurangan karyawan tidak dapat terelakkan. Di mana-mana banyak perusahaan migas (operator maupun services) melakukan PHK massal.

Hal inilah yang kemudian membuat negara-negara penghasil minyak (OPEC) sepakat untuk melakukan perjanjian dengan Rusia terkait kondisi industri minyak dunia. OPEC dan Rusia melakukan kesepakatan melakukan pengurangan produksi minyak pada tahun 2017. Ini membuat harga minyak hingga akhir tahun 2017 berangsur naik. Jelas ini adalah kabar gembira untuk para karyawan, pencari kerja migas dan pelaku bisnis migas.

Kabar gembira selanjutnya adalah pada akhir November 2017 OPEC dan Rusia sepakat untuk memangkas produksi minyak mereka hingga akhir tahun 2018. Ini akan membuat harga minyak di tahun 2018 akan terdongkrak dan menanjak naik. Walaupun demikian ada hal yang perlu diperhatikan yaitu produksi minyak shale (shale oil) Amerika Serikat.

Amerika tidak ikut dalam kebijakan pengurangan produksi minyak. Jika mereka menambah produksi secara besar-besaran maka kesepakatan OPEC dan Rusia tidak akan berdampak positif. Produksi minyak yang melimpah dari Amerika akan membuat harga minyak akan tetap stagnan. Oleh karena itu siapapun yang membaca artikel ini, silahkan anda berdoa agar Amerika tidak melakukan produksi minyak secara melimpah supaya pasar industri migas bisa kembali kondusif.

No comments:

Post a Comment